Statistik Kependudukan
Grafik demografi pembagian gender, kelompok pekerjaan, dan tren perkembangan warga.
Rasio Pembagian Gender
Mata Pencaharian Utama
Rasio jenis kelamin di Desa Salo Palai adalah sebesar 0%, menunjukkan keseimbangan demografis yang sehat antara pria dan wanita. Sektor mata pencaharian utama didominasi oleh Pertanian/Perkebunan dan Swasta/Buruh, mencerminkan besarnya potensi agro-perkebunan kelapa dan sahang lada di wilayah desa. Peningkatan jumlah penduduk sebanyak -2005 jiwa menunjukkan pertumbuhan kawasan pemukiman yang kondusif.
Tren Perkembangan Demografis & Ketenagakerjaan
Pertumbuhan Penduduk (Tahun Lalu vs Tahun Ini)
Klasifikasi Angkatan Kerja (Usia 18-56 Tahun)
| Kategori Waktu | Laki-laki | Perempuan | Lain-lain | Total Penduduk |
|---|---|---|---|---|
| Tahun Ini | 0 Orang | 0 Orang | 0 Orang | 0 Orang |
| Tahun Lalu | 995 Orang | 978 Orang | 32 Orang | 2.005 Orang |
| Persentase Perkembangan | -100,00 % | -100,00 % | -100,00 % | -100,00 % |
| Kategori Waktu | KK Laki-laki | KK Perempuan | Lain-lain | Jumlah Total KK |
|---|---|---|---|---|
| Tahun Ini | 0 KK | 0 KK | 0 KK | 0 KK |
| Tahun Lalu | 489 KK | 60 KK | 0 KK | 549 KK |
| Persentase Perkembangan | -100,00 % | -100,00 % | 0,00 % | -100,00 % |
| No. | Kategori Angkatan Kerja | Jumlah Jiwa |
|---|---|---|
| 1. | Jumlah Angkatan Kerja (Penduduk Usia 18-56 tahun) | 0 Orang |
| 2. | Jumlah Penduduk Usia 18-56 tahun yang masih sekolah dan tidak bekerja | 0 Orang |
| 3. | Jumlah Penduduk Usia 18-56 tahun yang menjadi Ibu Rumah Tangga | 0 Orang |
| 4. | Jumlah Penduduk Usia 18-56 tahun yang bekerja penuh | 0 Orang |
| 5. | Jumlah Penduduk Usia 18-56 tahun yang bekerja tidak tentu | 0 Orang |
| 6. | Jumlah Penduduk Usia 18-56 tahun yang cacat dan tidak bekerja | 0 Orang |
| 7. | Jumlah Penduduk Usia 18-56 tahun yang cacat dan bekerja | 0 Orang |
Transparansi Anggaran (APBDes)
Laporan struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Salo Palai Tahun 2026.
Struktur Anggaran Pendapatan & Belanja (Rupiah)
Rincian Pos Anggaran & Proyek
| Klasifikasi / Uraian Anggaran | Nominal (Rp) |
|---|---|
| 1. PENDAPATAN DESA | Rp 2.726.646.286 |
| Pendapatan Asli Desa (PADes) | Rp 0 |
| Dana Desa (DD) | Rp 373.456.000 |
| Alokasi Dana Desa (ADD) | Rp 1.864.207.300 |
| Bagi Hasil Pajak & Retribusi (BHPR) | Rp 212.624.800 |
| Pendapatan Lain-lain Sah | Rp 276.358.186 |
| BKKD Posyandu | Rp 201.600.000 |
| BKKD Tenaga Kesehatan | Rp 71.619.600 |
| Bunga Bank | Rp 3.138.586 |
| 2. BELANJA DESA | Rp 2.900.787.907 |
| Penyelenggaraan Pemerintahan Desa | Rp 1.679.764.803 |
| Pelaksanaan Pembangunan Desa | Rp 850.500.000 |
| Pembinaan Kemasyarakatan Desa | Rp 120.300.000 |
| Pemberdayaan Masyarakat Desa | Rp 210.150.000 |
| Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat & Mendesak | Rp 40.073.104 |
| Penanggulangan Bencana, Darurat & Mendesak | Rp 40.073.104 |
| 3. PEMBIAYAAN DESA (NETTO) | Rp 174.141.621 |
| Penerimaan Pembiayaan (SiLPA Tahun Lalu) | Rp 174.141.621 |
| Pengeluaran Pembiayaan | Rp 0 |
Rasio kemandirian finansial desa (PADes terhadap total pendapatan) saat ini berada di kisaran 0%. Mayoritas pendanaan masih ditopang oleh Dana Transfer Pemerintah (Dana Desa & ADD). Alokasi anggaran terbesar difokuskan pada sektor Pelaksanaan Pembangunan Fisik Desa (Rp 850.500.000) dan Penyelenggaraan Pemerintahan (Rp 1.679.764.803), yang sejalan dengan prioritas nasional pemulihan infrastruktur pedesaan.
Pemantauan Balita & Stunting
Grafik persentase tingkat stunting balita sebagai indikator kesehatan anak di desa.
Prevalensi Stunting Desa
Klasifikasi Ambang Batas WHO
Program Intervensi Desa
- Pemberian Makanan Tambahan (PMT) rutin Balita Posyandu
- Pendampingan Ibu Hamil KEK (Kurang Energi Kronis)
- Sanitasi Total Berbasis Masyarakat & Akses Air Bersih
- Kampanye ASI Eksklusif & Imunisasi Dasar Lengkap
Prevalensi stunting di Desa Salo Palai tercatat sebesar 0%. Angka ini berada di bawah batas maksimal target nasional Indonesia yang menargetkan maksimal 14%, serta masuk dalam kategori Rendah (Sangat Baik) menurut skala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Upaya preventif melalui Dana Desa terus difokuskan pada penguatan gizi ibu hamil, operasional Posyandu, dan penyediaan akses air bersih di kawasan pelosok RT guna menekan angka kasus hingga mendekati 0% (*Zero Stunting*).
Infografis Jangkauan Bantuan Sosial (Bansos)
Data penerima bantuan kesejahteraan sosial nasional dan program bantuan khusus Dana Desa.
PKH
Program Keluarga Harapan (Bantuan bersyarat pendidikan anak & kesehatan ibu hamil).
BPNT / Sembako
Bantuan Pangan Non-Tunai (Bantuan sembako pangan untuk keluarga prasejahtera).
BLT Dana Desa
Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (Bantuan kemiskinan ekstrem bersumber APBDes).
BST
Bantuan Sosial Tunai Kemensos (Bantuan tunai darurat bagi warga terdampak).
Total paket program kesejahteraan yang tersalurkan di Desa Salo Palai mencakup 15 alokasi manfaat. Dengan total kepala keluarga (KK) terdaftar sebanyak 0 KK, rasio jangkauan perlindungan sosial mencerminkan komitmen kuat pemerintah desa dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem. Integrasi DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dimutakhirkan rutin guna memastikan bantuan jatuh tepat sasaran kepada warga miskin, lansia non-potensial, serta disabilitas.
Rapor Indeks Desa Membangun (IDM)
Indikator status kemandirian desa berdasarkan indeks ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Indeks Dimensi Pembentuk IDM (Skor 0 s.d. 1)
Indeks Ketahanan Sosial (IKS): 0
Mencakup akses fasilitas pelayanan kesehatan, sarana pendidikan dasar & menengah, modal sosial gotong royong, serta pemukiman warga.
Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE): 0
Mencakup keragaman mata pencaharian warga, akses pasar tradisional, ketersediaan lembaga perbankan/kredit, serta infrastruktur transportasi perdagangan.
Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL): 0
Mencakup kualitas sanitasi pemukiman, ketahanan terhadap risiko bencana alam (banjir/longsor), serta pengelolaan kelestarian ekologi sekitar wilayah.
Dengan total nilai skor 0, Desa Salo Palai berhasil menyandang status sebagai Desa Mandiri. Ketahanan terkuat desa terletak pada Indeks Ketahanan Sosial (IKS: 0) berkat terpenuhinya sarana kesehatan dan modal gotong-royong warga. Sektor yang masih perlu ditingkatkan adalah Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE: 0). Pemerintah desa menargetkan program kerja tahun depan difokuskan pada penguatan permodalan BUMDes Sehati dan peningkatan akses digitalisasi pemasaran produk olahan pertanian sahang lada desa.
Capaian SDGs Desa
Visualisasi 18 poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) Desa Salo Palai Tahun 2026.
3 Capaian Tertinggi (Skor Maks 100)
- 16 Desa Damai Berkeadilan 70
- 17 Kemitraan untuk Pembangunan Desa 70
- 18 Kelembagaan Desa Dinamis & Budaya Adaptif 70
3 Prioritas Pembangunan Desa
- 1 Desa Tanpa Kemiskinan 70
- 2 Desa Tanpa Kelaparan 70
- 3 Desa Sehat dan Sejahtera 70
Rencana Kerja Aksi & Rekomendasi Program (Prioritas Utama)
Tabel di bawah menampilkan rekomendasi program pembangunan desa berdasarkan 3 poin SDGs dengan capaian terendah saat ini.
| No | Tujuan SDGs Prioritas | Skor Ril | Target | Rekomendasi Aksi Pembangunan Desa |
|---|---|---|---|---|
| 1 |
1
Desa Tanpa Kemiskinan
|
70 | 100.0 | Pemberian BLT Dana Desa, peningkatan bansos, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta pemberdayaan ekonomi keluarga miskin. |
| 2 |
2
Desa Tanpa Kelaparan
|
70 | 100.0 | Penyaluran PMT (Pemberian Makanan Tambahan) Posyandu, program ketahanan pangan desa (nabati/hewani), dan pengembangan lumbung pangan. |
| 3 |
3
Desa Sehat dan Sejahtera
|
70 | 100.0 | Optimalisasi layanan Posyandu, pengadaan ambulans/sarana kesehatan desa, insentif kader kesehatan, dan edukasi sanitasi lingkungan. |
Desa Tanpa Kemiskinan
Desa Tanpa Kelaparan
Desa Sehat dan Sejahtera
Pendidikan Desa Berkualitas
Keterlibatan Perempuan Desa
Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi
Desa Energi Bersih dan Terbarukan
Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata
Infrastruktur dan Inovasi Desa sesuai Kebutuhan
Desa Tanpa Kesenjangan
Kawasan Pemukiman Desa Aman dan Nyaman
Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan
Desa Tanggap Perubahan Iklim
Desa Peduli Lingkungan Laut
Desa Peduli Lingkungan Darat
Desa Damai Berkeadilan
Kemitraan untuk Pembangunan Desa
Kelembagaan Desa Dinamis & Budaya Adaptif
SDGs Desa mengarahkan alokasi Dana Desa Salo Palai agar lebih terukur. Prioritas pembangunan difokuskan pada poin-poin dengan capaian terendah, seperti Goal 1 (70), untuk merumuskan kegiatan penyediaan sanitasi bersih, program ketahanan iklim, atau pemberdayaan lingkungan pesisir di tahun berikutnya. Target besar desa adalah meningkatkan seluruh rata-rata poin SDGs di atas angka 80,0 pada tahun anggaran mendatang.